•   08 August 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Mulawarman, Gang Arumbia 1, Kelurahan Bontang Baru,
Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Murid di 4 Sekolah Diduga Keracunan MBG; Dapur SPPG Bontang Utara 2 Disetop

Bontang - M Rifki
07 Agustus 2026
 
Murid di 4 Sekolah Diduga Keracunan MBG; Dapur SPPG Bontang Utara 2 Disetop Dapur SPPG Bontang Utara 2 Api-Api di Jalan KS Tubun. (Klik Kaltim)

BONTANG – Distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bontang Utara 2, Kelurahan Api-Api, dihentikan sementara mulai Jumat (7/8/2026).

Penghentian ini dilakukan setelah muncul laporan keluhan mual, muntah hingga diare yang dialami puluhan siswa dan guru di sejumlah satuan pendidikan penerima MBG.

Sedikitnya 31 siswa dan guru dilaporkan mengalami keluhan tersebut setelah menyantap menu MBG yang didistribusikan SPPG Bontang Utara 2.

Akibat penghentian operasional tersebut, sebanyak 2.477 penerima manfaat untuk sementara tidak mendapatkan MBG.

SPPG Bontang Utara 2 diketahui mendistribusikan makanan ke sejumlah sekolah, di antaranya PAUD Al-Hikmah, SD Negeri 012 Bontang Selatan, SMP Negeri 1 Bontang, SMP Bintang, dan SD Bintang.

Distribusi juga dilakukan ke Posyandu Lili, Wijaya Kusuma, Tulip, serta Permai Indah.

Kepala SPPG Bontang Utara 2, Muhammad Rezky, mengatakan penghentian operasional dilakukan berdasarkan instruksi sembari menunggu proses evaluasi dan pemeriksaan sampel makanan.

Pihaknya belum dapat memastikan kapan distribusi MBG kembali berjalan. "Kami belum tahu sampai kapan diberhentikannya. Kami masih menunggu instruksi dan hasil sampel keluar," ujar Rezky saat ditemui, Jumat (7/8/2026).

44 Relawan Diliburkan

Penghentian operasional SPPG Bontang Utara 2 juga berdampak terhadap para relawan yang bekerja di dapur.

Sebanyak 44 orang yang terdiri dari tim persiapan, tim memasak, pemorsian, pencuci ompreng, pengemudi hingga asisten pengemudi untuk sementara diliburkan.

Rezky menjelaskan, para relawan tersebut menerima pembayaran berdasarkan jumlah hari kerja sehingga tidak mendapatkan penghasilan selama operasional dapur dihentikan.

"Karena mereka dibayar per hari, selama operasional dihentikan mereka kami rumahkan. Kami juga mengimbau apabila ingin mencari pekerjaan lain sementara waktu, silakan karena memang tidak terikat kontrak," jelasnya.






TINGGALKAN KOMENTAR