•   08 August 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Mulawarman, Gang Arumbia 1, Kelurahan Bontang Baru,
Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Stok Pertalite Melimpah di Pengecer, Tapi Sulit Didapat di SPBU Bontang

Bontang - M Rifki
08 Agustus 2026
 
Stok Pertalite Melimpah di Pengecer, Tapi Sulit Didapat di SPBU Bontang Plang SPBU yang menuliskan stok BBM Pertalite sedang dalam pengiriman. (Klik Kaltim) 

BONTANG – Warga Bontang harus keluar uang lebih untuk mendapatkan BBM subsidi jenis pertalite. Sebab keberadaan Pertalite di Bontang lebih banyak dinikmati pengecer ketimbang warga berpenghasilan rendah. 

Keanehan justru muncul. Dimana stok BBM subsidi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) kosong. Tetapi justru melimpah di tangan para pengecer.

Di sejumlah jalan protokol, Pertalite dijual bebas dengan harga lebih mahal. Pengecer botolan dan mesin menjual seharga Rp13 ribu. 

Salah seorang pengendara, Armin, mengaku harus berkeliling ke tiga SPBU di kawasan tengah kota pada Sabtu (8/8/2026) siang untuk mencari Pertalite. Namun, di ketiga SPBU tersebut, ia mendapat jawaban serupa, yakni stok Pertalite sedang dalam proses pengiriman.

Armin sengaja mengisi BBM pada siang hari untuk menghindari antrean panjang yang biasanya terjadi pada pagi hari.

"Saya keluar rumah jam 08.00 Wita. Terus ke SPBU antreannya mengular. Kalau saya ikut antre bisa terlambat kerja. Sementara yang antre motor Thunder semua. Pasti menghabiskan waktu lama kalau antre," ujarnya.

Karena tidak memiliki pilihan lain, Armin akhirnya membeli Pertalite di pengecer. Untuk mengisi bahan bakar kendaraannya, ia harus merogoh kocek Rp39 ribu atau lebih mahal Rp9 ribu dibandingkan harga di SPBU.

Menurutnya, kondisi ini merugikan masyarakat sebagai konsumen. Ia juga menyoroti sistem antrean di SPBU yang dinilai semrawut dan tidak mampu membendung para pengecer yang ikut mengantre untuk mendapatkan BBM subsidi.

"Selisihnya besar. Kalau semua orang menampung BBM subsidi lalu dijual lagi dengan harga mahal, kami yang jadi korban sebagai konsumen," katanya.

Berdasarkan pantauan Klik Kaltim, di sepanjang Jalan Awang Long terdapat lebih dari 10 pengecer yang secara terbuka menjual Pertalite dengan harga di atas ketentuan.

Kondisi serupa juga terlihat di Jalan KS Tubun yang lokasinya berdekatan dengan SPBU. Ironisnya, ketika di SPBU terpampang pemberitahuan bahwa Pertalite sedang dalam pengiriman, stok di lapak para pengecer justru terlihat penuh.

"Kalau sekarang siapa yang mau disalahkan? Siapa yang jadi korban?" keluh Armin.

Klik Kaltim telah berupaya mengonfirmasi persoalan tersebut kepada pihak PT Pertamina Patra Niaga. Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi yang diberikan. (*)






TINGGALKAN KOMENTAR