•   18 September 2026 -

PT. Borneo Pariwara Mandiri

Jl. Mulawarman, Gang Arumbia 1, Kelurahan Bontang Baru,
Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Belum Ada Tanda Akan Hujan, Kabut Asap di Bontang Diprediksi Bertahan hingga Beberapa Hari Kedepan

Kaltim - M Rifki
18 September 2026
 
Belum Ada Tanda Akan Hujan, Kabut Asap di Bontang Diprediksi Bertahan hingga Beberapa Hari Kedepan BPBD membagikan masker kepada warga Bontang. (Klik Kaltim).

BONTANG – Kabut asap di Kota Bontang diperkirakan masih bertahan setidaknya hingga Minggu (20/9/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) belum memprediksi adanya hujan di Kota Bontang dalam beberapa hari ke depan.

Kepala BPBD Kota Bontang Usman melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Ismail Abdullah, mengatakan untuk Jumat dan Sabtu belum terpantau adanya potensi hujan di Bontang.

Berdasarkan data BMKG, kondisi cuaca di Bontang dari pagi hingga malam diprakirakan cerah berawan hingga berkabut. Kondisi tersebut diperparah asap tebal yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di daerah lain.

"Harus bersabar karena belum ada tanda-tanda hujan. Untuk itu kami imbau batasi kegiatan di luar rumah," ucap Ismail.

Diketahui, saat ini Pemerintah Provinsi Kaltim tengah gencar melakukan modifikasi cuaca. Pesawat yang membawa natrium klorida (NaCl) berpatroli untuk mencari potensi awan hujan yang dapat ditaburi bahan semai.

Namun, berdasarkan laporan yang diterima BPBD Bontang, hingga saat ini belum terpantau adanya awan hujan di wilayah Bontang yang dapat disemai melalui operasi modifikasi cuaca tersebut.

"Jadi yang ada cuma di Kukar dan Kutim. Makanya mereka kemarin hujan. Bontang hanya kebagian rintiknya saja. Berdoa saja semoga bisa turun hujan," sambungnya.

Kabut asap diketahui sudah menyelimuti Bontang sejak Rabu (16/9/2026). Berdasarkan data ISPU, kualitas udara di Bontang berada di angka 150 atau kategori tidak sehat. Parameter yang paling berpengaruh adalah partikel halus PM2.5, yang berisiko terhadap kesehatan jika terhirup. Meski demikian, Ismail menyebut kondisi asap mulai berangsur terurai seiring sinar matahari yang mulai terlihat.

"Tapi asap sudah mulai terurai karena matahari perlahan cahayanya sudah terlihat," pungkasnya.






TINGGALKAN KOMENTAR